Postingan

"MERINDU"

Malam ini agaknya diri sedang merimangi relung hati yang menepi di sudut di kamar ini. Kuliat tumpukan foto-foto menyanubari hati. Ah, kapan kiranya bisa kembali ke masa-masa ini. Mustahil kiranya mengulang waktu yang telah terlewati. Helaan nafas pun terdengar mengingat akan setiap peristiwa yang terjadi. Kini, yang terintas di benak diri hanya kapankah diri ini bisa kembali bersama-sama dengan mereka lagi. Yang pasti, ku yakin itu akan sebentar lagi terjadi. Pasti, dan pasti itu harus terjadi. Karena, rasa rindu ini semakin mengerogoti hati. Rasa rindu ini harus segera terobati. Terobati untuk dapat memeluk, bercengkraman dengan semua orang yang dikasihi dan mengasihi. Ohhh…rindu hati ini… -di.sudut.kamar.ini.kutorehkan.tulisan.ini.sebagai.penawar.hati.yang.sedang.merindu- ---enambelasfebruariduaributigabelas--- ....jamduapuluhdualewattigapuluhmenit...

"25 Tahun Kini Dihadapi: Masih Bergelora Dalam Penantian dan Pengharapan Dengan Penuh Perjuangan"

Gambar
Lima februari seribu sembilan ratus delapan puluh delapan, dua puluh lima tahun yang lalu, di rumah salah satu bidan, di daerah jakarta barat, telah lahir seorang bayi puteri batak pada pukul lima pagi hari. Sang bayi ini dalam proses kelahirannya memiliki perjuangan untuk dapat dilahirkan dengan selamat. Sebelum jam lima pagi, sang ibu mengeluhkan perasaannya kepada sang bidan bahwa ia akan segera melahirkan dengan cepat. Namun, sang bidan tidak merasakan demikian. Sang bidan menyarankan agar sang ibu berjalan-jalan terlebih dulu di pekarangan rumah bidan tersebut agar proses penyalinan nanti berhasil. Tak sanggup menahan rasa sakit tersebut, sang ibu memanggil suaminya. Bersama suaminya, sang ibu pun melahirkan sang bayi dengan sendirinya. Namun, sang bayi tidak keluar sepenuhnya, sang ibu hanya mampu melahirkan setengah dari badan sang bayi. Merasa tidak sanggup sang ibu pun berteriak-teriak memanggil sang bidan. Sang suami pun segera mencari sang bidan. Sang bidan ...

Mari Berkarya!

Beberapa minggu yang lalu ketika saya hendak mengirimkan suatu berkas permohonan, saya diberikan formulir yang salah satu isinya berisikan tentang hobi dan keterampilan yang saya miliki. Pada bagian ini, saya menyelesaikan paling akhir, karena dari sekian kegiatan yang saya lakukan saya harus memilah mana hobi yang saya minati. Setelah merenung dan mengenali diri sendiri, akhirnya saya menyadari bahwa hobi yang saya miliki ternyata berkaitan juga dengan keterampilan yang saya miliki.  Hobi saya ini saya kaitkan dengan suatu motto dalam diri saya, yakni: “ Aku suka berkarya, itu menjagaku tetap produktif, tetap bahagia, dan tetap mengembangkan minatku menjadi manfaat bagi orang banyak !” Motto ini menjadi penyemangatku dalam menghasilkan suatu karya.  Karya itu kulakukan dengan MENULIS, yang ternyata menjadi hobi sekaligus keterampilan yang saya miliki. Ya, Menulis! Saya mencoba mendefenisikan apa arti menulis bagi diri saya.. Menulis itu... Mengabadikan... ...

K E S E M P A T A N

Hidup itu sendiri adalah kesempatan yang dianugerahkan Tuhan dan kesempatan untuk menjalaninya juga adalah anugerah, karenanya kesempatan-kesempatan yang ada harus dijalani dengan demikian kita mensyukuri anugerah itu. Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikannya "kesempatan" sangat singkat dan terlalu sederhana yakni "waktu" atau "peluang", tetapi Alkitab memberi arti yang sangat mendalam, bahwa kesempatan adalah waktu Tuhan dan bukan hanya sekedar peluang. Kesempatan adalah sesuatu yang akan selalu dianugerahkan Tuhan untuk diwujudkan dan dialami, sehingga hidup menjadi dan menghasilkan sesuatu yang berharga. J. Sidlow Baxter seorang pastor dan teolog kelahiran Australia mengemukan makna mendalam dari kata "Kesempatan" dengan mengemukakan pertanyaan, "Apa perbedaan kesulitan dan kesempatan?" Ia menyimpulkan demikian sebagai jawaban. "Perbedaannya terletak pada sikap kita dalam memandanganya. Selalu ada kesulitan dalam se...

Ikan Kecil Dan Air

Suatu hari seorang ayah dan anaknya sedang duduk berbincang bincang di tepi sungai. Kata ayah kepada anaknya, "Lihatlah anakku, air begitu penting dalam kehidupan ini, tanpa air kita semua akan mati." Pada saat yang bersamaan, seekor ikan kecil mendengarkan percakapan itu dari bawah permukaan air, ia mendadak menjadi gelisah dan ingin tahu apakah air itu, yang katanya begitu penting dalam kehidupan ini. Ikan kecil itu berenang dari hulu sampai ke hilir sungai sambil bertanya kepada setiap ikan yang ditemuinya, "Hai, tahukah kamu dimana air? Aku telah mendengar percakapan manusia bahwa tanpa air kehidupan akan mati." Ternyata semua ikan tidak mengetahui dimana air itu, si ikan kecil semakin gelisah, lalu ia berenang menuju mata air untuk bertemu dengan ikan sepuh yang sudah berpengalaman, kepada ikan sepuh itu ikan kecil ini menanyakan hal serupa, "Dimanakah air?"Jawab ikan sepuh, "Tak usah gelisah anakku, air itu telah mengelilingimu, sehingga kamu ba...

REFLEKSI AKHIR TAHUN 2012

Ini kali keduanya saya akan mengakhiri akhir tahun tidak bersama keluarga dengan lengkap. Walaupun tahun lalu saya hanya bersama ibu saya ketika mengakhiri akhir tahun 2011. Hal ini dikarenakan posisi saya yang saat ini berada jauh dari keluarga saya.  Berada jauh dari keluarga merupakan hal yang kurang saya inginkan. Namun, untuk mengalami perkembangan diri maka berpisah jarak dengan keluarga pun harus saya lewati selama tahun 2012 ini.  Mengakhiri tahun 2011 dan memulai tahun 2012, saya mulai dengan berpisah jarak dengan keluarga, di mana tepat setahun yang lalu, saya sedang berjuang untuk menyelesaikan skripsi. Di mana saya melakukannya dengan menempuh penelitian di lapangan guna mendapatkan data hasil pengamatan dan wawancara di beberapa tempat di Sumatera Utara ini. Dalam mengakhiri tahun 2011 dan memulai tahun 2012 ini, saya masih merasakan bahwa suasana Natal dan Tahun Baru begitu menyejukkan hati, karena suasana yang saya dapatkan tidak jauh berbeda ...

Medan, 09 November 2012

Gambar
Ini adalah hari pertamaku menjalani hidup merantau di kota medan. Medan, suatu tempat yang bisa dikategorikan kota tapi buatku biasa saja. Belum ada yang spesial yang dapat kurasakan hingga saat ini, namun dapat kunikmati. Kunikmati kembali suasana di tanah kelahiranku, Jakarta. Sebab iklim di tempat ini hampir bahkan melebihi panasnya kota kelahiranku.   Hari ini aku merasakan kembali hawa sauna yang hampir tiga bulan tidak kurasakan selama di Siantar. Aku pun kembali berkeringat seperti di Jakarta dulu. Senang, karena kembali bisa menikmati hal itu. Kini, di awal hari ini dalam tempat yang baru, suasana yang baru berserta adaptasi yang baru kini aku kembali berjuang di tempat ini. Di kota Medan, kota tempatku berjuang kembali! Berjuang kembali dalam meraih segala angan dan impianku. Kini, aku siap kembali Engkau bentuk Tuhan, kiranya diriku terus menerus mengalami perkembangan dalam setiap proses ini. Walau masih tetap jauh dari keluarga, namun ku yakin selal...