Postingan

ASAL MULA "PITUPULU" ATAU "70" PADA RAJA NAPITUPULU

   Jangan lupakan asal usulmu, Ingat selalu akan sejarahmu..!!! Hehehe.. Ternyata dari asal usul ini pun aku dapat mengerti dan memahaminya dengan baik.. Horas ma tu hamu yang bermarga Pasaribu.. yang kami panggil TULANG... dan boru Pasaribu yang kami panggil dari boru napitupulu jadi TANTE, INANGTUA dan OMPUNG, sedangkan yang kami panggil dari raja napitupulu menjadi PARIBAN dan INONG (IBU). sebab, tanpa ada Boru Pasaribu,, kami pomparan Napitupulu (mungkin) tidak akan lahir... hihihi...         Legenda / Asal mula "Pitupulu" atau "70" pada Raja NAPITUPULU         Pada jaman dulu kala istilah "ngidam" bagi ibu yang akan melahirkan ternyata sudah dialami sejak dulu kala. Termasuk lah itu oleh Istri Raja Sonak Malela br. Pasaribu. Pada saat mengandung anak (Raja.Napitupulu), Raja Sonakmalela sangat cukup direpotkan dengan ragam kemauan serta permintaan yang cukup unik nam...

Hari Ini...."

   Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena tak sedetik pun dapat ditarik kembali. Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan tentang apa yang akan terjadi esok. Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk mengubah diri  sendiri. Hari ini akan kuisi dengan karya. Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan: "Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah." Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku. Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu" Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk apapun. Jika aku ingin ...

Merasa Diri Sempurna

  Dulu ada seorang ilmuwan, yang menemukan seni untuk menciptakan kembaran dirinya begitu sempurna, sehingga tidak mungkin orang membedakan yang ciptaan dari pada yang asli. Pada suatu hari ia mendengar bahwa malaikat maut mencari dia. Maka ia menciptakan selusin kembaran dirinya. Malaikat bingung, tak bisa mengetahui, mana dari ketiga belas sosok di mukanya itu yang sang ilmuwan. Maka ia meninggalkan mereka semua dan pulang ke surga. Tetapi tak lama, karena ia kenal kodrat manusia, Malaikat kembali dengan akal pandai. Ia berkata, “Tuan memang seorang jenius, bisa berhasil menciptakan tiruan-tiruan dirimu begitu sempurna. Namun aku menemukan suatu kesalahan dalam karyamu, perkara yang kecil saja.” Ilmuwan segera muncul keluar dan berteriak: “Tidak mungkin! Mana Kesalahannya?” “Tepat di sini,” kata malaikat, dan ia mengambil sang ilmuwan dari antara tiruannya dan dibawa pergi.

Hati-hati terhadap Kesombongan

  Nisterus Agung, salah seorang Bapa Suci dari padang gurun Mesir, suatu hari berjalan di padang gurun bersama sejumlah besar murid, yang menghormatinya sebagai orang yang dekat dengan Allah. Tiba-tiba naga Nampak di hadapan mereka dan semua lari menjauh. Bertahun-tahun kemudian, ketika Nisterus menghadapi ajalnya seorang murid bertanya kepadanya: “Bapa, apakah bapa takut pada naga itu?” “Tidak,” kata orang yang menghadapi ajalnya itu “Tetapi mengapa bapa berlari bersama kita semua?” “Aku berpikir, lebih baik menyingkiri naga, supaya kemudian saya tidak perlu menyingkirkan pikiran-pikiran sombong.”

A Child Will Lead Them..............

  One day a 6 year old girl was sitting in the classroom.  The teacher was going to explain evolution to the children. The teacher asked a little boy. Teacher: Tommy do you see the tree outside? Tommy: Yes. Teacher: Tommy, do you see the grass outside? Tommy: Yes. Teacher: Go outside and look up and see if you can see the sky. Tommy: OK. (He returned a few minutes later) Yes, I saw the sky. Teacher: Did you see God? Tommy: No. Teacher: That's my point. We can't see God because he isn't there, he doesn't exist. A little girl spoke up and wanted to ask the boy some questions. Teacher agreed and she asked the boy. Little Girl: Tommy, do you see the tree outside? Tommy: Yes. Little girl: Tommy do you see the grass outside? Tommy: Yes. Little girl: Did you see the sky? Tommy: Yes. Little Girl: Tommy, do you see the teacher? Tommy: Yes. Little Girl: Do you see her brain? Tommy: No. Little Girl: D...

MENGKHAYAL, BERMIMPI, MERENUNG DAN BERTINDAK !

SUATU PERMENUNGAN DIRI: SEKADAR BIOGRAFI SINGKAT SEBAGAI UPAYA UNTUK BERTEOLOGI Masa Kecil hingga Akhir SMA             Jakarta, 05 Februari 1988, jam lima pagi ibu saya berjuang untuk melahirkan saya. Perjuangan ibu saya dalam melahirkan saya cukup besar karena ketika saya dilahirkan, ibu saya berjuang melahirkan saya sendiri tanpa bantuan siapa-siapa. Cukup menarik memang, mendengar kisah kelahiran saya ini, tapi cukup bermakna juga. Ketika ibu saya merasa bahwa sudah waktunya saya lahir, ayah saya pun segera membawa ke bidan, karena rumah sakit jauh dari tempat tinggal kami. Tepat jam tiga pagi mereka sudah sampai di rumah bidan tersebut. Kemudian ibu bidan mengatakan bahwa ibu saya belum saatnya melahirkan. Ibu saya disuruh istirahat dengan tidur atau jalan-jalan di sekitar rumah bidan tersebut. Mendengar hal tersebut, ibu saya pun menyuruh ayah saya untuk pulang ke rumah, untuk menjaga kakak dan abang saya yang me...

Belajar Mencintai...

 Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adalah kesempatan. Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi,..Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu dan tetap memilih untuk mencintainya,.Itulah pilihan. Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita.Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Ada suatu kutipan dari film yang mungkin sangat tepat : "Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil" Pasangan j...